d3tektro its

web forum keluarga besar d3 elektro its
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Presiden Kulit Hitam Masih Jadi Momok Bagi AS

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Presiden Kulit Hitam Masih Jadi Momok Bagi AS   Wed Jun 11, 2008 7:38 am

GREENSBURG -- Sampai saat ini, jalan Barack Obama menuju kursi presiden bisa dibilang cukup mulus. Namun bukan berarti tidak akan ada halangan yang merintanginya. Isu rasial masih terus membayanginya. Meski AS tergolong negara yang cukup liberal, prospek mempunyai presiden kulit hitam masih menjadi momok yang menakutkan

Padahal saat ini Obama baru akan memulai kampanye tentang pebaikan pada perekonomian AS. Beberapa hasil interview dengan pemilih demokrat ini mungkin akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi ide kampanyenya.

Joyce Susick, seorang pemilih yang berkerja di toko cat menyatakan bahwa ia sangat senang pada akhirnya Bush akan tergantikan. Selama ini ia berfikir bahwa Bush adalah presiden terburuk yang pernah dimiliki oleh Amerika. Namun demikian, warna kulit Obama memberikan kehawatiran tersendiri baginya. "Saya pikir negara kita belum siap untuk mendapatkan presiden kulit hitam," ujar Susick yang seorang kulit putih.

Padahal pemilih seperti Susick inilah yang kemungkinan besar bisa membawa Obama ke White House maupun mendepaknya keluar. Beberapa orang yang lainnya menyatakan bahwa dibutuhkan lebih banyak waktu untuk bisa menerima orang kulit hitam maupun wanita sebagai presiden di AS. "Seorang kulit hitam tidak akan pernah menang di Pennsylvania," tambahnya.

Pennsylvania adalah tempat pemilih kulit putih. Di negara bagian tersebut, baik jumlah delegasi maupun superdelegasinya adalah yang terbesar diantara negara bagian yang lainnya. Sebanyak 158 delegasi dan 38 superdelegasi terdapat di Pennsylvania. Pemilih kulit putih yang cukup besar si Pennsylvania, Ohio, Michigan dan Florida juga harus menjadi pertimbangan tersendiri bagi Obama.

Untungnya Susick bukan tipe orang yang menilai segalanya dari warna kulit. Ia merasa keberatan dengan terpilihnya Obama karena kurangnya pengalaman yang dimiliki oleh senator Illinois ini. "Ini tidak ada hubungannya dengan ras," ujarnya. Meski demikian, jika benar pemilih kulit putih demokrat tidak ingin Obama menang, besar kemungkinan ia harus berusaha keras untuk mengambil simpati dari pemilih republik.

Berdasarkan poling tersebut, Susick yang telah memilih Hillary ini sama sekali tidak mewakili figur semua pemilih demokrat. Namun bukan berarti ini simbol kata aman untuk Obama. Karena Hillary kalah, satu dari empat pemilihnya lebih suka mengalihkan suara ke McCain daripada Obama. 17 persen pemilih dalam poling bahkan menyatakan mereka tidak akan memilih sama sekali.

Kondisi ini sangat menyulitkan Obama. Ia bisa saja berusaha keras untuk mempengaruhi pemilih-pemilih yang masih rasial tersebut. Sayangnya, sampai saat ini tidak pernah ada data maupun penelitian tentang seberapa besar pemilih yang memilih berdasarkan ras.

Mengukur sentimen pemilih tentang rasial memang terkenal sulit. Sebagian dari mereka bahkan menyembunyikan perasaan mereka yang berhubungan dengan ras dalam poling. Beberapa bahkan tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka rasis.
Bukan hanya ras, masa lalu Obama juga menjadi pertimbangan tersendiri. "Nama tengahnya sangat menggangguku," ujar Doug Richardson, 62, seorang kontraktor yang berasal dari Latrobe.

Nama tengah Obama adalah Hussein, sebuah nama yang mengandung unsure Islam. Padahal AS terkenal sangat phobia terhadap islam sejak tragedi 11 September. "Dia dilahirkan sebagai seorang muslim dan dibesarkan sebagai muslim. Itu membuatku takut sampai mati," ujar Dixie Pebley memberikan pendapatnya tentang Obama.

Sejak awal pemilihan, senator kulit hitam ini memang mendapat banyak rintangan karena warna kulitnya. Di tubuh partai demokrat sendir, hal ini menjadi masalah. Robert Miller, 72, bahkan menyatakan konstitusi seharusnya dirubah sehingga orang kulit hitam tidak akan pernah bisa mencalonkan diri untuk jadi presiden.

Namun demikian bukan berarti semua pemilih kulit putih tidak ada yang mendukung Obama. Sebagian pendukung Hillary mendukung Obama karena mereka tidak menginginkan era Bush terulang. "Saya tidak ingin mengalami periode ketiga dipimpin George Bush," ujar Susan Szymanski. James Antoniono, aktivis yang bekerja untuk Hillary juga menyatakan bahwa pendukung Hillary akan segera beralih mendukung Obama. Namun, siapa yang bisa menebak apa yang akan terjadi di bilik pemilihan. Semuanya bergantung pada langkah Obama saat ini.

Prasangka buruk yang tersembunyi, rasisme dan pendukung Hillary yang berbalik mendukung McCain tampaknya menjadi masalah yang harus segara diselesaikan oleh Obama sebelum pemilihan presiden pada 23 Novemer yang akan datang.

Untuk bisa mendapatkan suara demokrat dan kursi presiden, tampaknya Obama harus benar-benar menggandeng Hillary sebagai pendampingnya. 15 negara bagian yang mayoritas kulit putih adalah pendukung utama Hillary. Jika pendukung Hillary benar-benar beralih ke McCain maka harapan Obama untuk jadi presiden pupus sudah.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Presiden Kulit Hitam Masih Jadi Momok Bagi AS
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
d3tektro its :: Community :: Isu Baru-
Navigasi: