d3tektro its

web forum keluarga besar d3 elektro its
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 BBM naik , yo opo rek?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: BBM naik , yo opo rek?   Tue May 13, 2008 1:39 am

BBM naik..gimana bro?
Aksi mahasiswa disana sini, what about us? what kind our care about this?

Arrow
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
kirman

avatar

Jumlah posting : 137
Location : Tanon-Gemolong-Sragen-Jateng
Registration date : 07.12.07

PostSubyek: Re: BBM naik , yo opo rek?   Tue May 13, 2008 5:10 pm

(dengan logat gus dur)
Itu kan mahasiswa. Kita kan udah bukan mahasiswa lagi.

Gitu aja kok repot. No
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://kirmanan.blogspot.com/
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: BBM naik , yo opo rek?   Wed May 28, 2008 11:45 pm

Ingin bensin murah? pindah saja ke Venezuela, di negara Amerika Selatan itu, harga bensin tidak lebih dari Rp 400 per liter.

Melonjaknya harga minyak mentah dunia, membuat sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia yang katanya kaya dengan cadangan minyak menjerit, sehingga harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri. Namun berbeda dengan Venezuela, subsidi BBM menjadikan harga BBM di negara tersebut lebih murah dibanding sebotol air mineral. "Di Venezuela, harga susu dan terigu yang naik, bukan bensin," kata Leandro Otero, pengemudi taksi di Caracas, usai mengisi penuh tanki bensin taksinya hanya dengan mengeluarkan 3 bolivars ( sekitar 1 dollar AS), tidak lebih dari Rp 10 ribu!

Upah minimum rakyat Venezuela 800 bolivars atau setara 370 dollar AS (Rp 3,4 juta) per bulan, harga seliter bensin hanya 0,1 bolivars (4 sen AS, sekira Rp 372 dengan kurs Rp 9.300 per dollar AS).

Rendahnya harga bensin membuat rakyat di negara penghasil minyak terbesar di Amerika Selatan itu langsung bereaksi begitu ada usaha untuk menaikkan harga BBM. "Jika minyak habis untuk 100 tahun, itu berarti kemujuran dalam 100 tahun," kata Carlos Rosas, seorang warga Venezuela di Caracas.

Negara itu juga masih dihantui oleh “Caracazo”, peristiwa aksi unjuk rasa di ibukota Venezuela tahun 1989 yang menewaskan ratusan orang, karena memprotes Presiden Venezuela kala itu, Carlos Andres Perez, yang menaikkan harga BBM sebesar 50 persen.

Sudah lebih dari 9 tahun, Pemerintahan Presiden Hugo Chavez tidak menaikkan harga bensin, sehingga harga bensin di Venezuela, sangat murah bahkan dibandingkan dengan di Arab Saudi, penghasil minyak terbesar di dunia. "Kami tidak akan membiarkan kesempatan untuk mentransformasikan kekayaan minyak kami ke dalam pembangunan sosial," sebut Chavez.

Menurut Jose Guerra, profesor ekonomi Central University of Venezuela, Untuk menjaga harga tetap rendah, BUMN minyak Venezuela, PDVSA harus mengeluarkan dana 19 miliar dollar AS setahun. "Terdapat persepsi di masyarakat, bahwa bensin merupakan milik semua orang, itulah alasannya kenapa anda tidak bisa mengenakan biaya sesuai ongkos nyata produksi. Sehingga terdapat subsidi yang sangat besar," katanya seperti dikutip AFP.

Namun subsidi yang begitu besar, bukan berarti tidak mempunyai risiko, karena menurut Guerra, keuangan PDVSA harus menanggung semua ongkos subsidi tersebut.

Selain itu efek murahnya harga BBM bisa dilihat di Caracas, yang dipenuhi 1,8 juta kendaraan hanya untuk 4 juta penduduk. Padatnya kendaraan membuat kecepatan mobil di kota itu hanya 8 kilometer per jam. "Di Caracas, 80 persen jalan umum dipenuhi kendaraan pribadi yang membawa hanya 20 persen populasi," sebut Leopoldo Lopez, seorang tokoh oposisi dan walikota Chacao di daerah Caracas. Tahun lalu, ia mencoba melakukan pembatasan kendaraan, namun hal itu tidak berlangsung beberapa bulan, sebelum akhirnya pengadilan membatalkannya.

Produksi setiap barrel minyak Venezuela hanya mengeluarkan uang 9 dollar AS, dan dijual 116 dollar AS. Setiap hari Venezuela mengekspor 2,8 juta barrel minyak mentahnya. Negara itu juga mempunyai cadangan minyak mentah yang sudah terbukti, sebesar 130 miliar barrel.

Bagaimana Indonesia?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: BBM naik , yo opo rek?   Wed Jun 11, 2008 1:00 am

Warga Madiun Gunakan Limbah Pabrik Gula Gantikan BBM


Madiun (ANTARA News) - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) membuat sebagian warga di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, beralih menggunakan limbah industri gula sebagai bahan bakar yang digunakan dalam aktivitas kesehariannya, terutama untuk memasak.

Saat ini banyak warga Madiun, terutama yang berada disekitar pabrik gula, memanfaatkan limbah pengolahan tebu atau biasa disebut dengan blothong. Selain mudah didapat, bahan bakar dari limbah tersebut jauh lebih hemat jika dibandingkan dengan minyak tanah.

Ismini (55), salah seorang warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, termasuk yang memanfaatkan blothong.

Menurut dia, keberadaan blothong adalah berkah tersendiri. Di saat harga minyak tanah melambung mencapai Rp 3.000 per liter di pangkalan dan Rp3.500 hingga Rp3.800 per liter di pengecer, blothong dinilainya menjadi salah satu energi alternatif untuk memasak.

"Blothong sangat membantu kami. Dengan blothong, kami tidak terpengaruh naiknya harga BBM. Yang jelas, dengan adanya blothong, maka kami sangat terbantu, sehingga tidak perlu lagi menggunakan minyak tanah," katanya.

Adapaun cara pembuatan blothong yang digunakan untuk BBM, pada tahap pertama blothong yang merupakan limbah dari pabrik gula yang masih basah di jemur selama dua pekan. Setelah mengering, blothong ini dipotong seukuran dua buah bata merah.

Setelah itu, blothong siap digunakan untuk memasak di dapur dengan menggunakan anglo atau tungku.

"Blothong kering memiliki beragam keunggulan jika dibandingkan minyak tanah. Selain apinya tak kalah panas, cara pembuatannya mudah dan yang terpenting adalah sangat murah. Api yang dihasilkan dari blothong lebih biru, dan juga irit serta murah," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, untuk membuat blothong, maka pihaknya membeli dari pabrik gula yang saat ini sedang memasuki musim giling, seperti PG Pagottan maupun PG Redjo Agung. Dalam setiap pembelian satu truk, blothong tersebut bisa digunakan selama satu bulan.

"Setiap satu truk blothong, kami membeli seharga Rp25.000. Dari blotong satu truk tersebut bisa kami gunakan untuk memasak dan keperluan lainnya selama lebih dari satu bulan," katanya menerangkan.

Dibandingkan dengan menggunakan minyak tanah, blothong jauh lebih hemat. Jika menggunakan minyak tanah, maka setiap hari dibutuhkan setidaknya satu liter dengan harga mencapai Rp3.000. Namun, setelah menggunakan blothong hanya diperlukan anggaran Rp25.000 dalam setiap bulannya.

Ia menambahkan, warga di desanya sudah sejak dulu menggunakan blothong untuk memasak. Minyak tanah hanya digunakan untuk seperlunya saja. Dengan memakai blothong, mereka mengaku tidak perlu dipusingkan dengan tingginya harga minyak tanah.

Namun yang menjadi kendala, ia menyatakan, saat bukan musim giling, maka tidak ada bahan untuk pembuatan energi alternatif ramah lingkungan ini.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: BBM naik , yo opo rek?   

Kembali Ke Atas Go down
 
BBM naik , yo opo rek?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
d3tektro its :: Community :: Isu Baru-
Navigasi: