d3tektro its

web forum keluarga besar d3 elektro its
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 share ilmu telkom dong

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 33
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: share ilmu telkom dong   Thu Dec 27, 2007 12:44 pm

pak bos semua, ada yang punya ilmu tentang 3G and Wimax ga?
kalo ada artikel ato segala sesuatu tentang hal tersebut di atas, upload ya.

makasih sebelumnya. study
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Tue Jan 01, 2008 8:19 am

seputar istilah selular - (ringan dulu yach)

Berikut ini beberapa kamus sitilahy ang sering kita dengar padateknologi wireless, khususnya teknologi seluler.

AMPS
AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah nama asal untuk layanan telepon seluler, yang dikembangkan oleh Bell Labs dan dirilis pada tahun 1978 di Chicage. AMPS menunjukan layanan telepon seluler analog.

CDMA
CDMA (code division multiple access) adalah teknik modulasi spektrum-tersebar (spread-spectrum) digital yang digunakan pada peranti komunikasi personal seperti telepon genggam. Tidak seperti teknik TDMA yang digunakan untuk GSM. CDMA tidak menggunakan frekuensi khusus untuk setiap pengguna tetapi setiap saluran menggunakan spektrum yang tersedia. Teknik CDMA mengubah data pembicaraan menjadi bentuk digital dan menambahkan padanya kode frekuensi khusus. Data ini kemudian disebar kedalam rentang frekuensi dengan pola yang acak-semu (pseudorandom) dan peranti penerima data diperintahkan untuk hanya menguraikan data yang terkait dengan kode tertentu untuk merekonstruksi sinyal. CDMA pada awalnya adalah teknologi militer yang digunakan selama Perang Dunia II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha jerman untuk mengganggu transmisi. Para sekutu Inggris memutuskan untuk menggunakan beberapa frekuensi untuk menyulitkan jerman mengambil sinyal yang lengkap.

FDM
FDM (frequency division multiplexing) adalah teknik multiplexing yang menggunakan frekuensi yang berbeda-beda untuk menggabungkan beberapa aliran data untuk transmisi melalui sebuah media komunikasi. FDM memberikan frekuensi pembawa diskrit kepada setiap aliran data dan kemudian menggabungkan beberapa frekuensi pembawa yang termodulasi untuk transmisi. Sebagai contoh, transmiter televisi menggunakan FDM untuk memancarkan beberapa kanal sekaligus.

GPRS
GPRS (General Packet Radio Service) adalah standard komunikasi nirkabel yang bekerja pada kecepatan 150 kilobit per detik. Sistem GSM (Global System for Mobile Communications)hanya mampu mengirimkan data sampai 9,6 kilobit per detik. GPRS yang mendukung berbagai bandwidth ini, adalah cara yang efisien untuk memanfaatkan bandwidth yang terbatas, khususnya untuk mengirim dan menerima data yang banyak, seperti e-mail dan sewaktu melakukan browsing Web.

GSM
GSM (Global System for Mobile Communications) adalah standard yang digunakan untuk komunikasi seluler yang banyak digunakan di Asia dan Eropa. GSM pertama kali diperkenalkan pada 1991 dan sekarang layanan GSM tersedia di lebih 100 negara di dunia. GSM menggunakan narrowband TDMA yang memungkinkan delapan panggilan telepon secara simultan pada frekuensi radio yang sama.

TDM
TDM (time division multiplexing) adalah jenis multiplexing yang menggabungkan aliran data dengan memberi setiap aliran sebuah slot waktu yang berbeda dengan yang lainnya. TDM secara berulang mentransmisi serangkaian slot waktu yang tetap melalui kanal transmisi tunggal.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Tue Jan 01, 2008 8:22 am

GSM 1800 - yang frekuensinya gedhe --tapi jangkauane sempit jack

Teknologi ponsel terus berkembang dari waktu ke waktu. Akan tetapi, bukan berarti yang terbaru adalah yang terhebat. Setiap jenis ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Teknologi telepon selular di Indonesia saat ini telah berkembang begitu pesatnya. Jangan heran kalau minat konsumen pun makin meningkat. Ujung-ujungnya pengguna telepon selular pada tahun ini diduga akan bertambah dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.

Jenis telepon selular yang pertama kali masuk di Indonesia adalah jenis NMT (nordic mobile telephone). Jenis selular ini menggunakan frekuensi 450 mHz, tetapi khusus di Indonesia digunakan frekuensi 470 mHz. Daerah jangkauan NMT dapat mencapai 60 kilometer, sehingga memungkinkan NMT digunakan di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota. Namun jenis selular pertama ini mempunyai kekurangan, yaitu bentuknya yang relatif besar sehingga membuat NMT kurang efektif dan efisien untuk dibawa bepergian.

Menyusul berkembangnya teknologi NMT, muncul pula teknologi baru selular yaitu AMPS (advance mobile phone system). Sistem AMPS menggunakan frekuensi 800 mHz dan daya jangkaunya sekitar 1,5 km sampai 2 km. Karena bentuknya yang ringan dan dapat dibawa dengan mudah, maka teknologi AMPS menjadi pilihan baru dalam berkomunikasi. Bahkan teknologi yang berasal dari Amerika Serikat ini pernah menjadi primadona dunia informasi dunia pada 1980-an sampai menjelang 1990-an.

Setelah berkembangnya AMPS, muncul pula sebuah teknologi selular digital CDMA (code division multiple access). CDMA adalah teknologi yang dikembangkan oleh militer Amerika Serikat pada 1989 dan mulai dioperasikan pada 1995. Teknologi CDMA dapat menggunakan frekuensi yang selama ini dipakai oleh AMPS yaitu 800 mHz. Cuma, CDMA juga dapat memakai frekuensi 1.700 mHz. Karena menggunakan teknologi yang sama, maka sistem AMPS yang analog akan dapat dengan sederhana bermigrasi ke sistem CDMA yang digital.

Pada saat yang hampir bersamaan dengan munculnya CDMA, teknologi GSM (global system for mobile communication) diperkenalkan. Dengan digunakannya sistem GSM yang digital, teknologi NMT atau AMPS yang analog praktis tidak dapat digunakan. Bagi para pengguna kedua sistem itu, hal ini sangat merugikan karena mereka telanjur memakai ponsel lama yang harganya relatif mahal. Hal ini menyebabkan banyak dari mereka enggan berpindah ke teknologi GSM. Namun setelah para operator GSM terlihat sangat serius dengan bisnisnya, maka mereka berlomba-lomba mencicipi teknologi baru tersebut. Hasilnya, saat ini sistem GSM-lah yang paling banyak digunakan di Indonesia untuk masalah ponsel.

Teknologi GSM yang kita pakai saat ini menggunakan frekuensi 900 mHz dengan daya jangkau 1,5 km sampai 2 km saja. Akan tetapi, daya jangkau itu dapat diperluas dengan menggunakan antena payung yang tinggi (umbrella). Dengan penggunaan antena payung, jarak jangkau GSM dapat mencapai 35 km.

Sebenarnya, ditinggalkannya sistem NMT dan AMPS bukan karena keduanya tidak dapat digunakan lagi, tetapi lebih karena kedua sistem itu sudah ketinggalan zaman–terutama NMT yang memang kurang nyaman untuk dibawa ke mana-mana. NMT dan AMPS di satu pihak masih mentransmisikan suara dengan cara analog, sedangkan CDMA dan GSM di pihak lain menggunakan teknologi digital yang menghasilkan kualitas suara yang jauh lebih baik. Oleh karena itu, AMPS dan NMT sering disebut sebagai selular generasi pertama, sedangkan GSM dan CDMA disebut sebagai selular generasi kedua.

Banyak pihak yang membandingkan GSM dengan CDMA dari segi kualitas dan teknis. Dari segi teknis memang CDMA lebih baik. Misalnya, GSM yang menggunakan teknologi TDMA (time division multiple access) hanya dapat mengacak suara yang dipancarkan. Adapun CDMA selain mengacak suara, juga dapat mentransmisikan suara dalam kode-kode sehingga sama sekali tidak bisa disadap.

Setelah era GSM 900 mHz muncul lagi sebuah teknologi baru dalam dunia telepon selular yaitu PCS/PCN. Sistem PCS/PCN (personal communication system/network) atau yang lebih dikenal dengan nama GSM 1800, sebenarnya bukanlah teknologi baru. Pada dasarnya sistem ini sama dengan GSM, hanya frekuensi yang digunakan lebih tinggi yaitu 1.800/1.900 mHz. Berbeda dengan GSM yang memakai frekuensi 900 mHz, PCN merupakan nama yang diberikan oleh kalangan operator Eropa yang menggunakan frekuensi 1.800 mHz atau biasa disebut DCS (digital cellular system). Sementara itu PCS digunakan di Amerika, dengan frekuensi 1.900 mHz. Di lain pihak, PHS merupakan standar Jepang yang sudah tersebar ke berbagai negara di dunia.

Mutu pelayanan PCN disinyalir lebih baik dari mutu GSM karena menggunakan pita berfrekuensi lebih tinggi. Apalagi PCS yang dikembangkan dari teknologi CDMA lebih baik kualitas dan kapasitasnya daripada GSM.

Akan tetapi, mutu lebih baik yang ditawarkan PCS tidak sebanding dengan daya jangkaunya yang relatif sempit. Menurut penelitian, daya jangkau teknologi PCS hanya mencapai 200 meter hingga 8 kilometer. Bahkan sistem PHS mempunyai daya jangkau lebih sempit, yaitu hanya berkisar pada radius 200 sampai 500 meter saja. Untuk menanggulangi kekurangan itu perlu dibuat jaringan BTS yang lebih banyak dan rapat sehingga drop call atau blank spot yang disebabkan oleh jarak jangkau PCS yang sempit dapat tertutupi.

Dengan demikian, proses migrasi dari sistem GSM ke PCN hanya merupakan sebuah perubahan frekuensi, sedangkan sistemnya tidak berubah. Hal ini berbeda ketika sistem NMT dan AMPS yang analog diganti dengan sistem GSM yang digital. NMT dan AMPS memang tidak mempunyai sambungan ke teknologi digital GSM sehingga kedua teknologi itu tidak dapat digunakan. Adapun teknologi GSM dapat dikatakan masih merupakan satu teknologi dengan PCS atau GSM 1.800. Yang membedakan keduanya adalah dalam penggunaan frekuensi. Hal ini memungkinkan kartu SIM (subscriber identification module) GSM 900 juga dapat digunakan pada pesawat PCN. Bahkan saat ini telah tersedia jenis-jenis ponsel yang dapat digunakan pada kedua frekuensi tersebut. Jadi, jika Anda pengguna GSM 900, jangan terlalu khawatir dengan munculnya teknologi baru ini.

---
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Tue Jan 01, 2008 8:26 am

WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.

Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.

Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA.

WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.

Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.

Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.

Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.

Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.


[sunting] Keuntungan
Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).

WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.

Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.

Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.

Semua itu mungkin-mungkin saja dengan adanya teknologi WiMAX. Namun tampaknya, Anda harus bersabar sebentar karena teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk dapat tersedia di Indonesia.

-wikipedia-
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
aaguh

avatar

Jumlah posting : 186
Age : 33
Location : Jakarta Pusat
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Wed Jan 02, 2008 2:07 pm

wah terimakasih choy atas artikelnya.
lumayan buat nambah wawasan telekomunikasi.
kalo ada artikel tentang wimax lebih lanjut posting lagi ya..
study
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Wed Jan 02, 2008 6:06 pm

oke..aku yo lagi belajar wimax ..
ntar share ya guh... Laughing
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
Admin


Jumlah posting : 24
Registration date : 06.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Fri Jan 04, 2008 7:30 pm

wah bapak choiri emang ke deh koleksi artikelnya.

untuk bapak aaguh (wah jadi ribet manggilnya, ga perlu bapak boleh ga Very Happy )kebetulan saya juga punya tapi lumayan banyak banget.
mungkin ini saya kasih sedikit kesimpulan ya..
----------

Kelebihan

§ WiMAX merupakan teknologi broadband wireless acess yang menawarkan standar open, dengan aplikasi fixed dan mobile (portable).

§ Lisensi WiMAX berbasis regional, bukan nasional seperti 3G sehingga biaya lisensi lebih murah dan akhirnya mudah diterima pasar.

§ Terminal WiMAX akan embedded di consumer goods, seperti computer notebook, smart phone dan PDA. Karena didukung oleh banyak pihak yang setingkat otorisasinya kemungkinan WiMAX lebih cepat diterima pasar.

Kekurangan

§ Karena menggunakan pita spektrum frekuensi tinggi, maka cakupan layanan WiMAX lebih kecil dibanding 3G sehingga jumlah base station yang dibutuhkan untuk mencakup luas yang sama dibutuhkan lebih banyak jumlah base station.

§ Alokasi spektrum frekuensi WiMAX memerlukan penyesuaian terhadap alokasi frekuensi eksisting di tiap negara. Ketidakseragaman alokasi frekuensi menyebabkan harga perangkat menjadi mahal.

§ Kemampuan ; WiMAX untuk mobilitas akan tidak sebagus sistem seluler dan konsumsi battery akan lebih boros.



REKOMENDASI

§ Pemerintah harus tegas mengeluarkan regulasi penataan frekuensi WiMAX agar tidak tumpang tindah terhadap jaringan telekomunikasi eksisting. Penggeseran frekuensi 3.5 GHz yang telah digunakan operator satelit untuk alokasi frekuensi BWA akan berakibat buruk terhadap negara, karena mencari pengganti spectrum frekuensi satelit lebih sulit dibanding frekuensi terrestrial.

§ Pemerintah harus mendorong kepada terciptanya masyarakat telekomunikasi dan informasi dengan memfasilitasi penggelaran WiMAX di Indonesia, karena sistem ini relative murah sehingga lebih mungkin diselenggarakan oleh operator kecil.

§ Operator BWA harus mempertimbangkan cakupan layanan sesuai dengan permintaan pelanggan dengan tepat karena bila tidak akan dibutuhkan jumlah base station yang banyak sehingga investasi menjadi tidak efisien.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://d3tektro-forum.co.cc
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Sat Jan 05, 2008 8:06 pm

emang adminnya juga doyan banget ma telekomunikasi nich...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Pandu.Pradana

avatar

Jumlah posting : 110
Age : 33
Location : BSD City
Registration date : 22.01.08

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Tue Jan 22, 2008 10:04 pm

Emang mangtaf semuanya. Ayo kita ambil CCNP semua yuk


yuk ah mari
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://pandupradana.web.id
sohel

avatar

Jumlah posting : 47
Location : kenjeran surabaya
Registration date : 09.01.08

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Wed Feb 27, 2008 3:46 pm

kemarin aku masuk ruang server indosat kayun, untuk lihat oracle database.
nah disamping komputer yang aku pegang wih ngeri disitu banyak macem rackmount Transmitter, wcdma zte,.. dulu waktu sekolah di TeLCo katanya radiasi frekuensi memang tidak sehat ya,, takute kena gelombang microwave wah bisa2 mateng kie.......

bener ta rek iku??
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
csetyawan

avatar

Jumlah posting : 362
Age : 33
Location : jakarta oke punya
Registration date : 08.12.07

PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   Mon Apr 14, 2008 11:38 pm

kalau mau ambil CCNP kata bang pandhu...kayaknya menarik tuch..ada yang udah berpengalaman? dimana ikutnya ? biaya berapa....

Ayo rame - rame ikutan kalau belum pernah ikutan...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: share ilmu telkom dong   

Kembali Ke Atas Go down
 
share ilmu telkom dong
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
d3tektro its :: ILMU :: IT-
Navigasi: